Kasus leptospirosis yang tengah menghantui warga Kabupaten Bantul mendapat perhatian yang serius dari jajaran Dinas Kesehatan.
Berbagai upaya penanggulangan penyakit yang disebabkan bakteri leptospira tersebut telah dilakukan, salah satunya adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang leptospirosis.
Upaya penyuluhan kepada masyarakat dilakukan oleh petugas Puskesmas.
Puskesmas Sedayu I juga melaksanakan penyuluhan, dan pada hari Selasa tanggal 1 maret kemaren, dr. Siti Noor Zenab,M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul turut serta dalam program penyuluhan di dusun Jurug Desa Argosari.
Program ini adalah berkat kerjasama B2P2VRT Salatiga dengan Dinas Kesehatan. Dalam kesempatan tersebut dr. Siti Noor Zaenab,M.Kes menyampaikan pentingnya masyarakat waspada sedini mungkin terhadap ancaman leptospirosis, dan menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Leptospirosis memang berbahaya, tetapi dapat dicegah dengan PHBS terutama MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN DAN AIR MENGALIR setelah beraktifitas.
Warga dusun Jurug yang mayoritas petani tentunya menjadi kelompok yang paling resiko terinfeksi bakteri leptospira, sehingga bagi petani dianjurkan untuk mandi dengan sabun sehabis dari sawah, ladang atau dari kandang ternak.

ayooooo kita basmi leptospirosis yang menyebalkan itu!!!!!!!!